Data dan Informasi Industri Kecil Menengah (IKM) Kota Pekalongan Tahun 2025

Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja menyajikan data terbaru terkait perkembangan Industri Kecil Menengah (IKM) tahun 2025. Data ini menunjukkan bahwa sektor IKM terus mengalami pertumbuhan yang positif dan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah.
Secara keseluruhan, jumlah IKM meningkat dari 11.357 unit pada tahun 2023 menjadi 13.457 unit pada tahun 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh penambahan 958 unit usaha baru yang tersebar di berbagai kelurahan. Beberapa wilayah seperti Gamer, Klego, dan Poncol mencatat pertumbuhan yang cukup signifikan, sementara wilayah dengan basis usaha besar seperti Jenggot dan Krapyak tetap menjadi kontributor utama dalam jumlah IKM.
Berdasarkan bidang usaha, industri batik masih menjadi sektor dominan dengan jumlah unit usaha terbanyak. Posisi ini diikuti oleh industri pakaian jadi (konveksi) dari tekstil yang turut mendukung rantai nilai sektor sandang. Selain itu, industri makanan olahan seperti produk makanan lainnya, kerupuk, serta kue basah juga menunjukkan perkembangan yang stabil dan menjadi pilihan usaha yang adaptif bagi pelaku IKM.
Dari sisi penyerapan tenaga kerja, industri batik menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan jumlah yang signifikan, termasuk dominasi tenaga kerja perempuan. Industri konveksi pakaian jadi juga berperan besar dalam membuka lapangan kerja, khususnya di sektor sandang. Sementara itu, sektor makanan olahan seperti produk makanan lainnya, pengolahan teh, dan kue basah menunjukkan komposisi tenaga kerja yang relatif seimbang.
Melihat tren yang ada, sektor batik, sandang, dan pangan olahan masih menjadi tulang punggung utama IKM di Kota Pekalongan. Dengan pertumbuhan yang terus meningkat, diharapkan penguatan inovasi, kualitas produk, serta pemasaran dapat semakin mendorong daya saing IKM di tingkat lokal maupun nasional.
PRINT +
DOWNLOAD PDF